Teori

 Remaja Yang Sehat yaitu remaja yang selalu di berikan motivasi yang baik dari lingkungan hidupnya, dan selalu inggin tau.

Pembentukan karakter bangsa dan kehandalan masa depan ditentukan bagaimana memberikan perlakuan yang tepat kepada anak sejak usia dini. Karena untuk menghasilkan bangsa yang berkarakter diperlukan pendidikan yang tuntas dan tepat sasaran.

Salah satu lembaga yang berperan dalam proses pembentukan karakter anak adalah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).PAUD merupakan jenjang sebelum jenjang pendidikan dasar, dan juga merupakan salah satu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak 3-6 tahun. Pembinaan PAUD dilakukan dalam upaya memberikan rangsangan pendidikan dalam perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan untuk memasuki pendidikan lebih lanjut.

Herna Mediana Pratiwi S.Psi, selaku tutor PAUD sekaligus tenaga pendidik di Pusat Unggulan PAUD terpadu Sahara Islamic School yang beralamat di Jl.Raya Timur No 2a Cikiray Singaparna ini, menyebutkan bahwa melalui PAUD kita bisa membangun moral bangsa, sikap, dan karakter. Pada usia 0-4 tahun kapasitas intelektual anak sudah terbentuk 50%. Artinya pada usia tersebut otak anak tidak mendapat rangsangan yang maksimal. Sementara pada usia 4-8 tahun 80%  kapasitas kecerdasan manusia sudah terbentuk. Artinya kapasitas kecerdasan anak hanya bertambah 30% setelah usia 4-8 tahun. Selanjutnya kapasitas kecerdasan anak akan mencapai 100% setelah berusia 18 tahun. Oleh karena itu usia dini sering di istilahkan dengan masa keemasan (Golden Age Priority).

PAUD Sahara yang mempunyai jumlah anak didik sebanyak 110 anak, mempunyai strategi dalam hal membentuk karakter anak, karena sesuai dengan Visi dan Misi program PAUD yaitu “ Terwujudnya anak usia dini yang sehat, cerdas, ceria, berbudi pekerti luhur serta memiliki kesiapan baik fisik maupun mental dalam memasuki pendidikan dan kehidupan selanjutnya. Sedangkan Misinya yaitu “ Mengupayakan layanan pendidikan bagi seluruh anak di Indonesia dalam rangka membentuk manusia Indonesia seutuhnya yaitu insan yang beriman, bertaqwa, disiplin, mandiri, inovatif, kreatif, memiliki kesetiakawanan sosial yang tinggi, berorientasi masa depan, serta memiliki kesadaran masyarakat, berbangsa dan bernegara.
Dalam membentuk karakter anak sesuai dengan kurikulum PAUD berdasarkan Permen No. 58 Tahun 2010 tentang standar PAUD, ada 7 karakter yang di terpakan pada anak usia dini, ungkap ibu Herna. Nilai karakter itu diantaranya, jujur, disiplin, tanggungjawab, visioner, kerjasama, adil dan peduli. Dengan menerapkan nilai karakter tersebut di harapkan anak bisa bereksplorasi dan berkembang sesuai tahap perkembangannya. Untuk menerapkan nilai karakter  tersebut dilakukan dengan cara pembiasaan setiap hari misalnya dengan membiasakan disiplin dan tepat waktu.

Selain dengan pembiasaan pembentukan karakter juga dilakukan melalui permainan dengan menampilkan tema-tema yang menarik dan kontekstual. Proses pembelajaran di PAUD juga semakin bermakna dan menyenangkan bagi anak dengan adanya sentra-sentra, yang dapat membantu anak mengoptimalkan potensinya. Ada 6 sentra yang setiap hari di berlakukan diantaranya yaitu sentra persiapan, main peran, bahan alam, imtaq, balok dan seni. Setiap sentra mempunyai satu kegiatan khusus dan fokus bidang pengembangan tertentu, yang di dampingi oleh satu orang guru.
“Selain dengan metode pembiasaan dan permainan, karakter anak pun di tentukan oleh perlakuan kita terhadap anak karena kalau salah mendidik dari awal maka kesananya juga akan salah”ungkap ibu Herna yang juga seorang ahli Psikologi, dengan prinsipnya yaitu “Always Teaching With Heart”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar