Di indonesia jumlah
remaja usia 10-19 tahun sekitar 43 juta atau 19,61 % dari jumlah penduduk
indonesia sebanyak 220 juta jiwa dan di
ketahui bahwa sekitar 5%remaja putra dan 1% remaja putri menyatakan bahwa
mereka pernah melakukan seksual , sebanyak 8% pria berumuran 15-24 tahun mereka
telah mengunakan obat-obatan terlarang
dan kasus HIV/HAID cendrung terjadi peningkatan di kalangan remaja dari
6987 penderita AIDS 3.20 %.
permasalahan remaja kita merupakan
persoalan yang sangat serius. Jika permasalahan remaja yang ada di negeri ini
tidak dikurangi dan diselesaikan dengan cepat maka dapat menyebabkan hancurnya
tatanan bangsa di masa depan. Beberapa faktor yang mendorong anak remaja usia
sekolah SMP dan SMA melakukan hubungan seks di luar nikah diantaranya adalah
pengaruh liberalisme atau pergaulan hidup bebas, faktor lingkungan dan faktor
keluarga yang mendukung ke arah perilaku tersebut serta pengaruh dari media
massa. Seks bebas adalah perilaku seks di luar hubungan pernikahan. Menurut
Sigmund Freud, seks adalah naluri dasar yang sudah ada sejak manusia lahir.
Sejak lahir, manusia sudah menjadi mahluk yang seksual atau memiliki libido
(enerji seksual) yang mengalami perkembangan melalui fase yaitu: oral, anal,
falik dan genital
Berikut beberapa saran yang mungkin bisa
dilakukan untuk mencegah prilaku seks bebas pada remaja:
1.Adanya kasih sayang, perhatian dari
orang tua dalam hal apapun serta pengawasan yang tidak bersifat mengekang.
Salah satu faktor terbesar yang
mengakibatkan remaja kita terjerumus ke dalam prilaku seks bebas adalah
kurangnya kasih sayang dan perhatian dari orang tuanya. Perilaku seks bebas
pada remaja saat ini sudah cukup parah. Peranan agama dan keluarga sangat
penting untuk mengantisipasi perilaku remaja tersebut. Sebagai makhluk yang
mempunyai sifat egoisme yang tinggi maka remaja mempunyai pribadi yang sangat
mudah terpengaruh oleh lingkungan di luar dirinya akibat dari rasa ingin tahu
yang sangat tinggi. Tanpa adanya bimbingan maka remaja dapat melakukan perilaku
menyimpang. Untuk itu, diperlukan adanya keterbukaan antara orang tua dan anak
dengan melakukan komunikasi yang efektif. Mungkin seperti menjadi tempat curhat
bagi anak-anak anda, mendukung hobi yang diinginkan selama kegiatan tersebut
positif untuk dia.
2.Pengawasan yang perlu dan intensif
terhadap media komunikasi.
Pada usia remaja, mereka selalu mempunyai
keinginan untuk mengetahui, mencoba dan mencontoh segala hal. Seperti dari
media massa dan elektronik yang membuat remaja seringkali terpicu untuk
mengikuti seperti yang ada dalam tayangan tersebut. Oleh karena itu, diperlukan
adanya pengawasan dalam hal tersebut. Mungkin dengan mendampingi mereka saat
melihat tayangan tersebut.
3.Menambah kegiatan yang positif di luar
sekolah, misalnya kegiatan olahraga.
Selain menjaga kesehatan tubuh, kesibukan
di luar sekolah seperti olahraga dapat membuat perhatian mereka tertuju ke arah
kegiatan tersebut. Sehingga, memperkecil kemungkinan bagi mereka untuk
melakukan penyimpangan prilaku seks bebas.
4.Perlu dikembangkan model pembinaan
remaja yang berhubungan dengan kesehatan produksi.
Perlu adanya wadah untuk menampung
permasalahan reproduksi remaja yang sesuai dengan kebutuhan. Informasi yang
terarah baik secara formal maupun informal yang meliputi pendidikan seks,
penyakit menular seksual, KB dan kegiatan lain juga dapat membantu menekan
angka kejadian perilaku seks bebas di kalangan remaja.
5.Perlu adanya sikap tegas dari pemerintah
dalam mengambil tindakan terhadap pelaku seks bebas.
Dengan memberikan hukuman yang sesuai bagi
pelaku seks bebas, diharapkan mereka tidak mengulangi perbuatan tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar